Skip to main content

Menulis dengan Hati

ternyata untuk menjadi seorang penulis itu sulit. Pernah terfikir bahwa menulis itu gampang sekali. Seperti mengarang indah waktu SD dulu ketika dikasih tugas oleh guru. Hanya bercerita tentang apa yang kita pikirkan.
Baru-baru ini aku belajar menulis untuk mengisi blog ku dengan berbagai tulisan. Didalam pikiran ku sekarang, gimana cara nya supaya blog ku penuh dengan berbagai tulisan-tulisan. Semakin lama kujalani, ternyata semakin menulis itu terasa sulit bagiku. Untuk mengkonstruksi suatu topik ternyata sangat sulit. Tidak semudah yang dibayangkan.

Tapi satu hal yang aku pelajari, supaya tulisan berkualitas itu membutuhkan proses. Aku tidak akan pernah berhenti menulis, sampai suatu saat aku menemukan pola-pola atau karakterstik tulisan ku nantinya. Sekarang yang lagi aku pelajari adalah bagaimana menulis dengan hati, sehingga yang membaca tulisanku dapat terbawa kedalam pembawaan karakter tulisan ku.
Tapi sekali lagi semua itu adalah proses, harus terus digali dan digali untuk menemukan cara kita sendiri didalam mengekspresikan pikiran kita kedalam suatu tulisan. Sama seperti berbicara diforum umum dan terbuka, itu juga proses pemberlajaran. Tidak mudah untuk melaluinya.
Lewati proses itu, maka setiap proses akan menghasilkan suatu otuput yang sesuai dengan proses yang kita alami!

Comments

Popular posts from this blog

I Know Who Holds Tomorrow...

Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap. Bukan surya kuharapkan,kar'na surya 'kan lenyap. O tiada 'ku gelisah,akan masa menjelang; ku berjalan serta Yesus.Maka hatiku tenang. Refrein: Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang. Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang. Sebuah lirik yg dilantunkan pada upacara pemakaman yg beberapa waktu lalu ku hadiri. Perenungan didalam diri, ketika kematian adalah akhir kehidupan di bumi. Mengingatkan manusia, bahwa banyak hal sebenarnya yg tidak kita ketahui. Namun, kita berusaha utk mencoba mengetahui. Banyak hal yg tidak dapat kita lakukan sendiri. Namun, kita mencoba melakukan nya sendiri. Kita di bayang-bayangi oleh ruang dimensi yg lalu dan yg akan datang. Namun yg nyata adalah sekarang. Dan yg pasti adalah sekarang menjadi "yg lalu". Trus, dimanakah "yg akan datang" dapat kita ketahui dengan pasti. Mencoba mengetahui dengan kapasitas seorang manusia yg hanya mampu menjalani satuan wakt

Why Dog Never Lie About Love...???

Sunggu aneh rangkaian judul yg akan saya tulis kali ini. Mungkin rangkaian kata "Dog never lie about love" hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempunyai anjing. Saya agak sedikit hati-hati didalam memakai kata-kata peliharaan. Bagi banyak orang, anjing bukanlah seekor peliharaan seperti memelihara hewan lainnya. Ada yang menganggapnya sebagai teman atau sahabat. Dan bahkan banyak film yang mengisahkan pertemanan seekor anjing dan pemiliknya, seperti "Air Bud", 101 dalmatians, dan masih banyak lagi. Begitu akrabnya pertemanan anjing dan tuannya, sehingga tidak jarang didalam film tersebut sang tuan tidak rela ketika kehilangan anjing kesayangannya. Dog never lie about love merupakan sebuah judul buku yang dikarang oleh Jeffry Moussaieff Mason. Penulis mencoba mengerti dan menganalisis prilaku anjing. Jeffry Moussaieff Mason berkata, " We love dogs because they love us, unconditionally. No matter how we treat them, what we do to them, how little attent

Mencoba Berfikir dari Pertanyaan dan Pernyataan...

Sebuah rasa yg pernah hinggap di pikiran dan rasa.... Apakah selamanya semua penjara selalu terasa gelap dan hampa? Didalam kegelapan, setiap org yg bisa melihat pun tidak dapat melihat... Apakah harapan didalam kegelapan hanya timbul dari suatu berkas cahaya... Dari mana datangnya berkas cahaya itu ketikan kegelapan sebagai suatu penjara? Apakah waktu akan berbicara utk menyelesaikan semua itu? Seakan waktu adalah sebagai suatu takdir yg tidak ada suatu pilihan didalamnya, sehingga tidak ada harmoni yg dapat kita mainkan didalamnya...