Skip to main content

Say Thank's APIFYC

Terimakasih atas kerjasama semua pihak sehingga kegiatan APIFYC dapat berjalan dengan baik dengan persiapan yang matang. Khususnya kepada Tunas Hijau yang telah aktif didalam mengadakan kegiatan tersebut. Terimakasih juga kepada Adit, sebagai pengurus dari Tunas Hijau yang telah mengundang GMKI sebagai perwakilan civitas Kristen dari Indonesia. GMKI akan berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab didalam menyebarkan hasil deklarasi APIFYC dikalangan civitas Kristen. Diharapkan civitas Kristen dapat mendukung hasil deklarasi tersebut, karena didalam deklarasi tersebut masyarakat Kristen yang diwakili oleh GMKI turut serta didalam penyusunan dan pendeklarasian komitmen tersebut.


Terimakasih juga kepada Group Lifestyle, saya Hendra Sipayung sebagai leader dari group ini atas kerjasamanya sepanjang acara.

Anggota dari Group Lifestyle :

- Hendra Sipayung (Leader) from Indonesia
- Kris Tan from Indonesia
- Abhiram Singh Yadav from Indonesia
- Marcel Rewang from Indonesia
- Nancy Tampubolon from Indonesia
- Ditza Diandta Infania Permata from Indonesia
- Irwanshah Bin Abdul Samat from Malaysia
- Muhamad Yusof bind ABD. Rani / alias Yusuf from malaysia
- Khairunisa Binti Mohamad Aris / alias Nisa from malaysia
- Filzah Husna Binti Haji Abdul Kani from Brunai Darussalam
- Emma Yee from New Zealand
- Maung Kyaw Min Tun / alias Chandra form Myanmar
- POrnpavee Supawong from Tahiland

"Thank's for all of you, and keep contact in the next time"

Dan juga kepada panitia yang membimbing kita, Yuniarti Siregar (boru batak neh) dan Lastri (Not lastonem, not lastwo, but lastri) yang uda sangat intens mengarahakan tim lifestyel selama mengikuti acara tersebut.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

I Know Who Holds Tomorrow...

Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap. Bukan surya kuharapkan,kar'na surya 'kan lenyap. O tiada 'ku gelisah,akan masa menjelang; ku berjalan serta Yesus.Maka hatiku tenang. Refrein: Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang. Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang. Sebuah lirik yg dilantunkan pada upacara pemakaman yg beberapa waktu lalu ku hadiri. Perenungan didalam diri, ketika kematian adalah akhir kehidupan di bumi. Mengingatkan manusia, bahwa banyak hal sebenarnya yg tidak kita ketahui. Namun, kita berusaha utk mencoba mengetahui. Banyak hal yg tidak dapat kita lakukan sendiri. Namun, kita mencoba melakukan nya sendiri. Kita di bayang-bayangi oleh ruang dimensi yg lalu dan yg akan datang. Namun yg nyata adalah sekarang. Dan yg pasti adalah sekarang menjadi "yg lalu". Trus, dimanakah "yg akan datang" dapat kita ketahui dengan pasti. Mencoba mengetahui dengan kapasitas seorang manusia yg hanya mampu menjalani satuan wakt

Why Dog Never Lie About Love...???

Sunggu aneh rangkaian judul yg akan saya tulis kali ini. Mungkin rangkaian kata "Dog never lie about love" hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempunyai anjing. Saya agak sedikit hati-hati didalam memakai kata-kata peliharaan. Bagi banyak orang, anjing bukanlah seekor peliharaan seperti memelihara hewan lainnya. Ada yang menganggapnya sebagai teman atau sahabat. Dan bahkan banyak film yang mengisahkan pertemanan seekor anjing dan pemiliknya, seperti "Air Bud", 101 dalmatians, dan masih banyak lagi. Begitu akrabnya pertemanan anjing dan tuannya, sehingga tidak jarang didalam film tersebut sang tuan tidak rela ketika kehilangan anjing kesayangannya. Dog never lie about love merupakan sebuah judul buku yang dikarang oleh Jeffry Moussaieff Mason. Penulis mencoba mengerti dan menganalisis prilaku anjing. Jeffry Moussaieff Mason berkata, " We love dogs because they love us, unconditionally. No matter how we treat them, what we do to them, how little attent

Mencoba Berfikir dari Pertanyaan dan Pernyataan...

Sebuah rasa yg pernah hinggap di pikiran dan rasa.... Apakah selamanya semua penjara selalu terasa gelap dan hampa? Didalam kegelapan, setiap org yg bisa melihat pun tidak dapat melihat... Apakah harapan didalam kegelapan hanya timbul dari suatu berkas cahaya... Dari mana datangnya berkas cahaya itu ketikan kegelapan sebagai suatu penjara? Apakah waktu akan berbicara utk menyelesaikan semua itu? Seakan waktu adalah sebagai suatu takdir yg tidak ada suatu pilihan didalamnya, sehingga tidak ada harmoni yg dapat kita mainkan didalamnya...