Skip to main content

Selamat Hari Kartini buat Wanita-wanita Indonesia!!!

Sejenak pagi ini aku terbangun di siang hari, ga seperti hari-hari sebelumnya. teringat hari ini tanggal 21 April, dan merupakan hari kelahiran RA. Kartini yang menjadi salah satu pelopor pejuang pergerakan emansipasi wanita.
Sering sekali warga negara ini memperbincangkan emansipasi, bahkan menuntutnya.
Emansipasi yang berkembang ke segalah arah. Menurut kebanyakan orang emansipasi wanita itu terwujud jika disegala posisi yang dikerjakan laki-laki juga di kerjai oleh wanita-wanita.
Sehingga tidak jarang kita liat pada waktu hari Kartini, banyak perempuan-perempuan disorot ditelevisi dengan pekerjaan mereka yang beragam.
Dari supir angkutan bus yang di lakukan oleh seorang wanita, penjaga pom bensin, dan menarik becak yang dilakukan oleh seorang wanita.
Saya menjadi heran aja, kenapa contoh-contoh emansipasi yang berkembang kearah pekerjaan-pekerjaan seperti itu. Apakah wanita indonesia ini mau diarahkan kearah pekerjaan-pekerjaan yang kasar seperti itu. Aku sih tidak menyalahkan jenis pekerjaan nya, cuma alangkah lebih baiknya contoh-contoh emansipasi disorot pada orang-orang yang betul-betul mengalami emansipasi yang dapat memotifasi wanita-wanita Indonesia kearah yang lebih baik.

Saya pernah bercerita-cerita dengan seorang wanita yang sangat saya kagumi. Topik kami mengenai emansipasi wanita, dan kebetulan dia baru saja membaca surat-surat RA. Kartini yang dijadikan sebuah buku dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Dia tiba-tiba memberontak kepada saya.

"Bang, menurutku banyak orang saat ini tidak mengerti apa itu emansipasi wanita" kata nya.

Tiba-tiba aku menjadi bingung dan bertanya "kok bisa begitu?"

"Emansipasi yang berkembang sekarang itu, sepertinya emansipasi yang dituntut bukan karena perjuangan seorang wanita menjadi yang terbaik. atau lebih kepada permainan politik yang di politisasi oleh sebagian oknum. Bisa dikatakan emansipasi kebablasan" kata nya.

"Trus" kata ku.

"Mereka seakan tidak mengerti, emansipasi seperti apa yang diharapkan oleh seorang Kartini waktu dulu. Mereka seakan berjalan menuntut emansipasi dan mengangkat Kartini sebagai icon perjuangan emansipasi wanita.
Padahal mereka sendiri belum membaca bukunya RA. Kartini. Bagaimana mereka bisa mengerti emansipasi seperti apa sesungguhnya yang diharapkan oleh seorang Kartini dulunya". katanya.

"Lah, betul juga. AKu sendiri belum membaca buku Kartini itu. Padahal sejak kecil aku sudah diberitau mengenai buku itu dan judul nya.
Menurut mu bagaimana emansipasi itu?" kataku.

"Menurut buku Kartini yang ku baca ("Habis gelap Terbitlah Terang"), Kartini mengharapkan wanita-wanita yang ada ini menjadi cerdas. Karena dari seorang wanita lah lahirnya generasi-generasi penerus bangsa.
Sehingga ujung tombak menjadi cerdas atau tidak nya anak-anak itu, yah bergantung pada seorang wanita. Menurut ku itu lah emansipasi yang diharapkan dari seorang wanita untuk menjadi cerdas" katanya.

Terdiam aku beberapa saat mendengar kata-kata itu. Pola pemikiran emansipasi yang menjadi dasar terhadap pergerakan kaum wanita untuk menjadi cerdas.
Kata kunci dari perbincangan diatas adalah, "wanita menjadi ujung tombak terhadap pencerdasan generasi-generasi bangsa"
Mungkin media massa saat ini perlu memikirkan ulang ketika menyorot seorang wanita menjadi supir bus atau pekerjaan kasar lain nya.
Mungkin ada bagi orang lain kagum ketika melihat hal-hal seperti itu. Tetapi bagi saya pribadi, justru tidak melihat adanya emansipasi dari hal-hal seperti itu.
Bagaimanapun, wanita adalah tetap wanita.
Jadilah wanita yang cerdas, karena kecerdasan anak-anak bangsa ada ditangan wanita-wanita Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

I Know Who Holds Tomorrow...

Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap. Bukan surya kuharapkan,kar'na surya 'kan lenyap. O tiada 'ku gelisah,akan masa menjelang; ku berjalan serta Yesus.Maka hatiku tenang. Refrein: Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang. Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang. Sebuah lirik yg dilantunkan pada upacara pemakaman yg beberapa waktu lalu ku hadiri. Perenungan didalam diri, ketika kematian adalah akhir kehidupan di bumi. Mengingatkan manusia, bahwa banyak hal sebenarnya yg tidak kita ketahui. Namun, kita berusaha utk mencoba mengetahui. Banyak hal yg tidak dapat kita lakukan sendiri. Namun, kita mencoba melakukan nya sendiri. Kita di bayang-bayangi oleh ruang dimensi yg lalu dan yg akan datang. Namun yg nyata adalah sekarang. Dan yg pasti adalah sekarang menjadi "yg lalu". Trus, dimanakah "yg akan datang" dapat kita ketahui dengan pasti. Mencoba mengetahui dengan kapasitas seorang manusia yg hanya mampu menjalani satuan wakt

Why Dog Never Lie About Love...???

Sunggu aneh rangkaian judul yg akan saya tulis kali ini. Mungkin rangkaian kata "Dog never lie about love" hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempunyai anjing. Saya agak sedikit hati-hati didalam memakai kata-kata peliharaan. Bagi banyak orang, anjing bukanlah seekor peliharaan seperti memelihara hewan lainnya. Ada yang menganggapnya sebagai teman atau sahabat. Dan bahkan banyak film yang mengisahkan pertemanan seekor anjing dan pemiliknya, seperti "Air Bud", 101 dalmatians, dan masih banyak lagi. Begitu akrabnya pertemanan anjing dan tuannya, sehingga tidak jarang didalam film tersebut sang tuan tidak rela ketika kehilangan anjing kesayangannya. Dog never lie about love merupakan sebuah judul buku yang dikarang oleh Jeffry Moussaieff Mason. Penulis mencoba mengerti dan menganalisis prilaku anjing. Jeffry Moussaieff Mason berkata, " We love dogs because they love us, unconditionally. No matter how we treat them, what we do to them, how little attent

Mencoba Berfikir dari Pertanyaan dan Pernyataan...

Sebuah rasa yg pernah hinggap di pikiran dan rasa.... Apakah selamanya semua penjara selalu terasa gelap dan hampa? Didalam kegelapan, setiap org yg bisa melihat pun tidak dapat melihat... Apakah harapan didalam kegelapan hanya timbul dari suatu berkas cahaya... Dari mana datangnya berkas cahaya itu ketikan kegelapan sebagai suatu penjara? Apakah waktu akan berbicara utk menyelesaikan semua itu? Seakan waktu adalah sebagai suatu takdir yg tidak ada suatu pilihan didalamnya, sehingga tidak ada harmoni yg dapat kita mainkan didalamnya...