Skip to main content

Pesta Jubelium (14 September 2008)



Hari ini merupakan perayaan pesta Jubelium GKPS, dimana injil masuk ke tanah Simalungun 105 tahun yang lalu.
Pesta peraan ini sangat meriah di GKPS Jemaat Surabaya, di Kebraon, Surabaya.

Pemuda GKPS Gloria Surabaya ikut berpartisipasi memeriahkan ibadah tersebut. Dalam acara tersebut pemuda GKPS Gloria mempersembahkan lagu punjian vocal grup… inilah lirik lagu tersebut :

JADIKAN AKU PELANGIMU

Berliku liku kehidupan ini
jalan mana yang hars ku lalui
Rintangan dan cobaan
Slalu membayangi
Bila kuingin datang padaMu

Kulayangkan pandang
ke awang-awang
Sejenak anganku bertanya-tanya
dapatkan hati ini
Bagaikan pelangi
Setiap saat pancarkan damai

Reff :
Tuhan Berikanlah kuasaMu
jadikan aku pelangiMu
kelak kan dapat menerangi
kegelapan bumi

Tuhan peganglah
tanganku ini
bila mendaki bukit terjal
janganlah diombang ambingkan
Iman percayaku

Karna kasihMu Tuhan
Ada pengampunan
Karan kasihMu Tuhan
Aku dislamatkan

Seperti biasanya, teman-teman pemuda GKPS Gloria pada grogi sebelum tampil bernyanyi didepan. Emang sudah tradisi kita pemuda, kalo nyanyi tampil didepan jemaat selalu salah-salah melulu. Jadi uda kebal malu, abis urat saraf malu nya uda putus. Ga tau gitar nya yg fals ato piano nya yang rusak… (padahal nada dasar kita nyanyi ga sama smua)

Smua pada grogi, tp puji Tuhan pada saat kita nyanyi didepan jemaat sukses. Tidak terlalu bagus, tp tidak juga terlalu jelek. Paling ga pemuda menciptakan record ga malu-maluin waktu bernyanyi. Smoga segala kemuliaan pada nyanyian itu untuk Tuhan kita Yesus Kristus…

Ga sia-sia juga latihan kita hari Jumat yang disetting sama pengurus Pemuda. Kita latihan hari Jumat pada malam hari di rumah pembimbing (St. Dharma E. Damanik) pemuda GKPS Gloria.

Dan juga Pengurus Pemuda berinisiatif untuk memfasilitasi baju seragam kita Pemuda GKPS Gloria. Hari Sabtu siang jam 12 sebagian pemuda janjian ktemuan di ITC Surabaya. Kita pemuda berkeingin untuk membeli baju batik. Emang kalo uda nasib ga kemana-mana tuh moment. Kebetulan di ITC ada pameran batik. Sehingga kita dapat harga batik seragam yang tidak terlalu mahal. Seragam untuk yg laki-laki tidak terlalu sulit untuk di dapat, walaupun tidak terlalu banyak pilihan di ITC untuk batik yg memiliki motif sama dengan ukuran yang bermacam-macam. Dengan bersusah payah, akhirnya batik untuk wanita pun dapat… Walaupun akhirnya tidak warga seragam, tp kita membeli motif-motif yang hampir sama. Kita pulang jam 4 sore.

Trima kasih kepada pengurus Pemuda GKPS Gloria, tetap semangat dalam pelayanan di GKPS di hari-hari mendatang. Dan terima kasih jg buat teman-teman pemuda yang lain atas kerjasama nya yang baik sehingga kita dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan. Walau dengan bersusah payah kita menyediakan waktu dan usaha untuk latihan… Tp salut untuk semua teman-teman pemuda GKPS Gloria.

Next journey…. Bali.. Bali.. Bali….

Comments

Popular posts from this blog

Why Dog Never Lie About Love...???

Sunggu aneh rangkaian judul yg akan saya tulis kali ini. Mungkin rangkaian kata "Dog never lie about love" hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempunyai anjing. Saya agak sedikit hati-hati didalam memakai kata-kata peliharaan. Bagi banyak orang, anjing bukanlah seekor peliharaan seperti memelihara hewan lainnya. Ada yang menganggapnya sebagai teman atau sahabat. Dan bahkan banyak film yang mengisahkan pertemanan seekor anjing dan pemiliknya, seperti "Air Bud", 101 dalmatians, dan masih banyak lagi. Begitu akrabnya pertemanan anjing dan tuannya, sehingga tidak jarang didalam film tersebut sang tuan tidak rela ketika kehilangan anjing kesayangannya. Dog never lie about love merupakan sebuah judul buku yang dikarang oleh Jeffry Moussaieff Mason. Penulis mencoba mengerti dan menganalisis prilaku anjing. Jeffry Moussaieff Mason berkata, " We love dogs because they love us, unconditionally. No matter how we treat them, what we do to them, how little attent

I Know Who Holds Tomorrow...

Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap. Bukan surya kuharapkan,kar'na surya 'kan lenyap. O tiada 'ku gelisah,akan masa menjelang; ku berjalan serta Yesus.Maka hatiku tenang. Refrein: Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang. Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang. Sebuah lirik yg dilantunkan pada upacara pemakaman yg beberapa waktu lalu ku hadiri. Perenungan didalam diri, ketika kematian adalah akhir kehidupan di bumi. Mengingatkan manusia, bahwa banyak hal sebenarnya yg tidak kita ketahui. Namun, kita berusaha utk mencoba mengetahui. Banyak hal yg tidak dapat kita lakukan sendiri. Namun, kita mencoba melakukan nya sendiri. Kita di bayang-bayangi oleh ruang dimensi yg lalu dan yg akan datang. Namun yg nyata adalah sekarang. Dan yg pasti adalah sekarang menjadi "yg lalu". Trus, dimanakah "yg akan datang" dapat kita ketahui dengan pasti. Mencoba mengetahui dengan kapasitas seorang manusia yg hanya mampu menjalani satuan wakt

Mencoba Berfikir dari Pertanyaan dan Pernyataan...

Sebuah rasa yg pernah hinggap di pikiran dan rasa.... Apakah selamanya semua penjara selalu terasa gelap dan hampa? Didalam kegelapan, setiap org yg bisa melihat pun tidak dapat melihat... Apakah harapan didalam kegelapan hanya timbul dari suatu berkas cahaya... Dari mana datangnya berkas cahaya itu ketikan kegelapan sebagai suatu penjara? Apakah waktu akan berbicara utk menyelesaikan semua itu? Seakan waktu adalah sebagai suatu takdir yg tidak ada suatu pilihan didalamnya, sehingga tidak ada harmoni yg dapat kita mainkan didalamnya...